Nostalgia Blog
Orang-orang biasanya menggunakan Tumblr untuk berbagi konten foto dan multimedia atau menyebarkan meme yang sedang ngetrend. Kadang agak memusingkan juga melihat warna dan gambar dimana-mana, belum lagi animasi dan video. Memang katanya a picture worth a thousand words, tapi sejujurnya saya lebih suka melihat gambar yang dipasangkan dengan beberapa baris paragraf, daripada gambar yang dipasangkan dengan setumpuk gambar lainnya. Barisan simbol-simbol abstrak bernama huruf itu ketika disusun dalam bentuk paragraf akan membentuk pola visual acak yang bagi saya sangat sedap dipandang. Oh, the beauty of texts.
Akibatnya saya jadi kangen dengan atmosfir old-skul blogging yang dulu sempat merajalela di masa kita masih remaja. Yang mana dulu kita membuat blogroll, melakukan rutinitas blogwalking, dan mengomentari tulisan-tulisan panjang yang kebanyakan berisi curhat atau opini pribadi si penulis.
Dulu saya sempat punya beberapa teman blogger yang sama-sama rajin menulis di blog, banyak hal-hal menarik di sana. Hingga pada suatu ketika, satu persatu mereka menghilang. Tak lagi sempat menulis tulisan panjang karena mereka sibuk mengupdate status Facebook, dan belakangan juga sibuk membuat “blog satu kalimat” bernama Twitter. Lama-lama saya pun menghapus blog lama itu dan sekarang pindah ke Tumblr. Entah untuk tujuan apapun sebenarnya Tumblr dibuat, namun Tumblr adalah blog, dan blog adalah blog.
()

button
