~ Thursday, July 28 ~
Permalink

Jurnal Mimpi: You Jump, I Run

Mumpung masih ingat, saya akan mencatat dua mimpi saya tadi malam (atau tadi pagi? Oke, definisi malam dan pagi bisa jadi sangat relatif).

1. Mimpi pertama bercerita tentang terjun dari atas gedung. Saya ingat adegan dimana saya terjun dari atas sebuah bangunan yang tinggi, tubuh saya meluncur ke bawah menuruti gaya gravitasi, dan ketika tubuh saya hampir menghantam tanah dengan kecepatan tinggi, tiba-tiba sesuatu yang tidak biasa terjadi. Tiba-tiba tubuh saya melayang, dari kepala saya keluar sepasang sayap, dan saya pun terbang. Ternyata saya menemukan rahasia manusia terbang, yaitu bahwa manusia sebenarnya bisa terbang ketika dalam keadaan genting. Setidaknya saya telah mencobanya.

Lalu pada adegan selanjutnya, saya sedang mengajari seseorang untuk melakukan yang sama. Saya menyuruh dia untuk terjun dari atas gedung seperti yang saya lakukan sebelumnya, karena menurut pengalaman saya hal tersebut akan mengeluarkan kemampuan terbang yang tersembunyi. Orang itu pun terjun. Tubuhnya bergerak cepat mendekati tanah. Tetapi, sepasang sayap itu tak juga muncul! Tubuh orang itu menghantam tanah, kepalanya hancur dan darah menggenang di atas tanah. Saya tidak tahu apakah dia mati atau tidak (sepertinya sih mati) tapi ending dari mimpi ini adalah perasaan bersalah dan menyesal.

2. Mimpi kedua, masih dengan suasana yang menegangkan. Entah bagaimana awalnya, saya berada lantai atas sebuah bangunan (mungkin bangunan yang sama dengan yang ada di mimpi sebelumnya, tapi bukan di atap). Saya mendengar sirine tanda bahaya, katanya pasukan musuh sedang datang menyerbu. Lalu saya pun berlari, melompati celah-celah antar gedung untuk menemukan tempat yang aman. Sesekali saya menatap ke langit dan melihat helikopter hitam memberi tanda ke arah mana saya harus menyelamatkan diri. Pasukan musuh terasa semakin mendekat, saya bersembunyi di balik dinding dan di dalam ruangan-ruangan kosong. Namun anehnya, tiba-tiba saya menjadi tahu bahwa di tempat tersebut dulu pernah ada suatu tragedi mengerikan yang melibatkan para mahasiswa. Sebuah flashback muncul dalam mimpi itu, saya berperan sebagai seorang mahasiswa yang dalam sebuah bentrokan membunuhi mahasiswa lain menggunakan pistol. Katanya, bentrokan tersebut diawali karena masalah benturan idealisme.

(Ilustrasi: adegan dari film Vertigo, http://blogs.suntimes.com/ebert/ )

Tags: jurnal mimpi
 ()