Dilema Browser

Belakangan ini saya mulai menggunakan Opera sebagai browser utama. Awalnya, saya adalah pengguna Firefox karena itu adalah browser standar yang sering digunakan banyak orang. Paling asik karena add-on-nya ada banyak, segala macam ada. Tapi sayangnya, Firefox juga berat, apalagi untuk komputer saya yang RAM nya cuma 512MB dan sering melakukan multitasking.
Lalu Chrome si anak emas pun muncul dan menjadi hype seketika. Saya tentunya tertarik dengan browser yang satu ini karena tampilannya simpel khas produk Google dan startup-nya cepat. Tapi sayang, entah dimana sumber masalahnya, Chrome yang saya gunakan (dan selalu up to date) seringkali crash dan waktu redraw-nya sangaat lama. Tiap kali membuka banyak tab dan kembali ke tab pertama, layar akan bergulung sangat pelan…. dan biasanya hang.
Terakhir yang saya gunakan sekarang adalah Opera versi terbaru. Yang menarik dari Opera adalah tampilannya yang simpel, fasilitas bawaannya yang lengkap (terutama email client yang saya butuhkan dan sidebar itu), dan penggunaan memori yang lumayan ringan. Sangat jarang crash, hampir tak ada masalah redrawing. Tapi herannya, banyak halaman web yang tidak cocok dengan Opera, jadi untuk membuka halaman-halaman tertentu kadang saya harus beralih lagi pada Firefox atau Chrome. Agak kasihan memang, padahal dibandingkan Chrome, Opera jelas muncul lebih dulu.
Tapi sebenarnya saya tahu masalah utamanya terletak pada hardware PC saya, yang sudah sangat perlu di-upgrade.
Baru sadar kalau ada begitu banyak kata yang dimiringkan dalam posting-an ini.
(pic: http://www.primeware.net/ )
()

button
