~ Tuesday, June 14 ~
Permalink

Sepertinya benar… kegandrungan terhadap tulisan-tulisan pendek di internet (khususnya Facebook dan Twitter) telah menumpulkan konsentrasi kita dalam membaca teks-teks panjang dan rumit. Bahkan sekarang pun blog semakin jarang. Kita hanya sanggup membaca buku yang bertempo cepat dan ringkas (dan itu pun harus dirangsang dengan gaya tulisan atau cerita yg catchy), karena pikiran kita sudah cepat lelah. Tulisan yang rinci dan mendalam dengan mudahnya kita anggap membosankan. Pikiran kita terlalu manja, tidak mau membaca kalau tidak dihibur. Dan saya termasuk dalam generasi ini, generasi yang cepat tetapi singkat, yang banyak tetapi dangkal, yang harus selalu dirangsang dengan sensasi-sensasi indrawi agar tetap bisa bertahan hidup.

(Habis melihat cover novel War And Peace, lalu bertanya-tanya, kalau memang buku itu dianggap luar biasa, lalu kenapa saya merasa mual membayangkan membacanya? Tentu karena jumlah halaman, dan internet yang menggoda untuk mencari ringkasannya)

Tags: renungan
 ()