~ Sunday, March 6 ~
Permalink

Lupa-Lupa Ingat

Kejadian yg sering saya alami adalah: Melupakan orang, baik di dunia nyata atau di dunia maya. Saat saya bilang “kamu siapa ya?” saya merasa seperti orang paling jahat sedunia, apalagi jika lawan bicara terang-terangan masih mengingat saya. Di suatu tempat di suatu waktu yang lalu, kami pernah berkenalan, bahkan mungkin berjabatan tangan, atau berbincang satu atau dua jam. Tapi gawatnya, saya lupa.

Faktanya, saya tidak bisa mengingat orang yang baru saya temui sekali-dua kali. Untuk bisa mengingat dan mengenal orang lain, biasanya harus ada salah satu kondisi berikut:

  1. Harus bertemu orang itu setidaknya tiga kali secara tidak berturut-turut, itu pun baru sebatas bisa mengingat wajah. Soal nama, itu lain lagi, lebih susah.
  2. Orang itu memberi kesan yang luar biasa saat perjumpaan pertama. Misalnya, dia menyelamatkan saya ketika saya hendak terjatuh ke jurang. Oke, itu contoh ekstrim, tapi kira-kira seperti itu.
  3. Orang itu memiliki ciri khas yang sangat menonjol. Misalnya memiliki tanduk di keningnya, atau apa saja yang menonjol.
  4. Dalam kondisi yang mengharuskan saya mengingatnya. Misal karena kami berada dalam satu tim pada suatu pekerjaan.

Mengingat orang di dunia maya justru 2x lebih sulit, karena avatar bisa berganti-ganti, sementara saya lebih sering mengingat dengan gambar. Chating dengan orang yang beravatar bunga, biasanya saya lebih mengingat bunganya daripada nickname yang ia gunakan.

Antara ingatan visual dan ingatan verbal saya juga sering tidak nyambung. Misalnya saya ingat saya berbincang tentang topik A dengan seseorang, bahkan saya ingat setiap ucapannya, tapi saya tidak ingat dia siapa. Saya tidak bisa mengingat wajahnya. Di lain keadaan, saya juga seringkali ingat pernah pergi ke suatu tempat dengan seseorang yang saya ingat wajahnya, tapi saya tidak ingat apa yang kami bicarakan, bahkan tidak ingat namanya. Kedua ingatan itu malah seringkali tertukar.

Mungkin ini ada hubungannya dengan pikiran saya yang sering tidak berada di tempatnya, mungkin ada hubungannya dengan saya yang kadang mengambil sabun pencuci muka untuk digunakan keramas sebagai shampo ketika mandi sambil melamun.

Tags: curhat
 ()