Another Body
Ada sebagian mimpi yang bisa kita lupakan begitu saja ketika kita terbangun, tapi ada juga yang terus-menerus menetap dalam ingatan kita karena begitu berkesan. Salah satunya adalah apa yang saya alami tadi malam. Rasa dari mimpi ini terus membayang di kepala, ibaratnya seperti aftertaste pahit setelah kita meminum jamu yang selalu menempel di lidah.
Dalam mimpi itu, saya terbangun. Tapi saya terbangun dalam tubuh yang lain, di tempat dan kehidupan yang lain. Another body, another life. Tidak banyak detail yang bisa saya ingat, tetapi mimpi itu terasa sungguh nyata. Saya tahu, dalam mimpi itu saya adalah orang lain dalam kehidupan yang lain. Lalu saya berada dalam sebuah bus dalam sebuah perjalanan yang jauh. Mengapa saya katakan dalam sebuah perjalanan jauh? Sebab rasanya adegan di dalam bus itu memang sangat lama. Di sekitar saya duduk orang-orang yang sepertinya mengenal saya, tapi saya tidak mengenal mereka. Mereka tampaknya adalah teman-teman dari saya yang lain itu. Mereka terasa nyata. Ada pula beberapa detil yang tidak bisa saya ceritakan.
Yang paling berkesan adalah perasaan yang saya dapatkan setelah saya bangun tidur. Ada semacam kerinduan terhadap tubuh ini dan distorsi waktu tidur yang terasa panjang. Rasanya seperti telah tidur selama berhari-hari, padahal ternyata saya baru tertidur selama beberapa jam. Terlebih lagi, ketika saya keluar kamar dan bertemu ibu saya di dapur, rasanya seperti baru pulang dari sebuah tempat yang amat jauh…terasa lega dan sedikit canggung.
Ya, saya tahu itu cuma mimpi. Kalau mau menganalisa pun, saya bisa menduga dari mana saja asal adegan-adegan dalam mimpi itu. Bukan sesuatu yang ajaib, tapi tetap luar biasa karena sudah lama tak mengalaminya.
()

button
