Tanggung Jawab Slender Man

Tanggung Jawab Slender Man

Slenderman-irl

Dua orang gadis berumur 12 tahun mengajak seorang temannya untuk menginap di rumah mereka. Keesokan harinya mereka bermain petak umpet di sebuah hutan, dan di hutan itulah mereka memegangi dan menusuk temannya sebanyak sembilan belas kali di bagian badan, lengan, dan kaki. Ini bukan dendam atau perampokan, ini adalah sebuah persembahan untuk Slender Man yang mendatangi mimpi salah satu dari…

View On WordPress

Lompatan Si Komang

By: samson1chCC BY 2.0

Dua belas tahun yang lalu, ayahku pernah meninggal. Aku masih ingat, peristiwa itu terjadi satu hari sebelum ulang tahunku yang ke sepuluh. Biasanya ba’da Maghrib ayahku pulang dengan tubuh bercucuran keringat (ia sengaja berjalan kaki dari kantor demi menghemat ongkos), lalu ia akan meminum segelas besar air putih di ruang makan dan mengajak ibuku mengobrol. Namun malam…

View On WordPress

[Audio] Lemari Pemakan Rambut

[Audio] Lemari Pemakan Rambut

Saya tidak punya suara yang merdu, juga tidak memiliki peralatan dan kemampuan audio editing yang memadai. Namun karena ada yang mengusulkan untuk membuat versi audio dari cerita ini, saya mencoba membuatnya. Kualitas audionya masih buruk, memang. Apa boleh buat, terlalu mahal untu membayar pembaca dan perekam profesional. Namun kalau ada yang iseng, siapa pun boleh membaca dan merekam cerpen…

View On WordPress

Lemari Pemakan Rambut

Widya tidak paham kenapa lemari tua itu selalu memakan rambutnya. Setiap kali ia duduk bersandar di pintu lemari, satu atau dua helai rambutnya selalu terjepit dan putus.

Lemari Pemakan Rambut

Widya tidak paham kenapa lemari tua itu selalu memakan rambutnya. Setiap kali ia duduk bersandar di pintu lemari, satu atau dua helai rambutnya selalu terjepit dan putus.

Hari Ini Saya Tidak Mengantuk

Seharian ini mata saya terasa jernih dan mulut saya hampir tidak menguap sama sekali, padahal saya yakin bahwa semalam saya kurang tidur.

Hari Ini Saya Tidak Mengantuk

Seharian ini mata saya terasa jernih dan mulut saya hampir tidak menguap sama sekali, padahal saya yakin bahwa semalam saya kurang tidur.

Lelaki yang Menunggu Bayi

Lelaki yang Menunggu Bayi

Menara listrik di tepi jalan terlihat seperti sepasang tanduk iblis yang sedang memintal benang. Telunjukku gelisah mengetuk-ngetuk setir mobil, sementara kakiku pegal menginjak kopling untuk menghadapi kemacetan tanpa ujung. Ketika aku berhasil melewati sumber kemacetan itu, aku melihat sebuah truk terguling di pinggir jalan. Di bagian belakang truk itu terdapat lukisan perempuan bahenol dengan…

View On WordPress

Maujud: Mimpi Buruk Paket Komplit

Saya tidak pernah membeli buku kumpulan cerpen indie dan merasa berdebar-debar saat membuka bungkusnya, kecuali saat membeli Maujud. “Betapa eksklusif!” pikir saya ketika membuka kemasan berwarna hitam yang terekat rapi dengan tulisan putih “Adit Bujbunen…

View Post

ToiletMulanya cuma keran wastafel yang terbuka sendiri. Air mengucur deras tiba-tiba; seorang karyawan…View Post

Toilet

Mulanya cuma keran wastafel yang terbuka sendiri. Air mengucur deras tiba-tiba; seorang karyawan…

View Post

Oleh-Oleh Haji

Sampai sekarang saya masih tidak paham, kenapa orang yang pergi haji atau umrah mesti memberi “oleh-oleh” kepada para tetangganya, padahal mereka sama-sama tahu bahwa oleh-oleh itu tidak dibeli di Tanah Suci, tetapi di Tanah Abang? Bagi saya hal semacam itu lucu dan tidak masuk akal. Entah kenapa orang-orang masih melakukannya, mungkin hanya karena terbiasa.

Dada, Teh Manis

Seorang pemuda memesan makanan di warung nasi Sunda.

"Dada, teh manis." 

Maksudnya dia mau pesan dada ayam dan teh pakai gula, tapi si teteh pelayan malah melambaikan tangan sambil tersenyum malu.

"Dah juga, Akang."

Aku terbang menembus batas langit, lalu aku tiba di laut.

twitter.com/rivaimuhamad

view archive



Cerpen

Puisi

About Me

Ask me anything